please, be sociable.

In this globalization era and as the ASEAN Economic Community grows, we, as the rising generation should really have a vision of our future. Where should go after high school, what passion you really have, what job would you take after college (whether you want to continue your study or work as a fresh graduate).

What I really concern about and the question that really bothers me is: “Does Intelligence quotient matter that much?”

Of course semua orang butuh kepandaian untuk survive dalam kehidupan, tapi kecerdasan buat ngitung-ngitung, aritmatika, fisika, dan sebagainya saja tentu gak cukup. Diatas itu semua, ada kecerdasan sosial yang gak kalah penting. Percuma kan, kalo lo pinter mat, fisika, biologi, kimia, akuntansi, ekonomi, dsb (beneran ada gak sh, orang kayak gini?), dapet beasiswa, juara umum segala macem, tapi gak jago bergaul dan berkomunikasi sama sesama ?

Komunikasi di masyarakat itu penting banget. Pribadi yang ideal menurut gue adalah, dia yang bisa menyeimbangkan antara akademis, non-akademis, dan social life.

like, you won’t spent your one and only precious life just studying and solving the math equations kan? ada kala nya lo butuh ketemu temen-temen, orang baru, ikut organisasi. Sekali-kali refreshing juga perlu. Jalan-jalan kek, baca buku, dengerin lagu. Hidup bukan hanya nilai di atas kertas, my fellow chingu(s)

Just don’t take it to seriously

Yang terpenting, bergaul lah dengan sesama. nothing is wrong with joining a community or organization. Organisasi tuh penting banget buat kita, supaya kita bisa ngerti gimana kerja bareng orang lain yang tergabung dalam suatu wadah, dan ada struktur nya masing-masing. Percuma banget lo genius tapi ga bisa diajak kerja sama, atau ada masalah sedikit, lamarannya di reject sama perusahaan langsung down dan gak tau mau ngapain.

Biasanya, mereka mereka yang nilai nya pas-pas an atau sering remed pas sekolah, di dunia kerja malah lebih sukses. Karena mereka ngerti gimana rasanya jatuh, dan bangkit lagi. mereka udah terlatih buat menerima kenyataan yang gak selalu seindah kisah cinta di novel. istilahnya, udah punya strategi sendiri buat ngadepin masalah-masalah kayak gitu.

Tapi, ya bukan berarti lo sengaja dapet jelek buat latihan tahan banting gitu, kan nggak ya.

Satu lagi, jadi anak (apalagi anak SMA) janganlah kuper-kuper banget. sekali-kali pergi ke tempat yang lagi in, coba dateng ke konser atau music festival, ke cafe-cafe ngehits, dengerin lagu yang lagi trend saat ini, atau nonton bioskop bareng temen?

Sejujurnya gue nggak ngerti gue nulis apa, dan apa hubungan nya jalan-jalan sama ASEAN Economic Community. But it’s okay. This is just the beginning.

mean girls

Sekolah? Selo Lah.

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s