not so random thoughts.

We live in such a cruel world that some people don’t know who they are anymore.

This world is so damn big and the universe is just infinite times bigger. we the people are nothing compare to it.

when you’re living this life with just this ( ) small size of a comfort zone, I’m sure you’re life is pretty boring.

Jujur, sekolah di Santa Ursula yang khusus cewek gitu membuat gue, dan siswi yang lain clueless about the social life outside.

First, gue bakal ngomongin tentang : pentingnya bersolek

Cowok suka cewek yang cantik apa adanya, yakin? bener sih emang. Tapi ya, sebagai perempuan (kata Suster di sekolah gue, ngomongnya tuh perempuan. bukan cewe atau wanita) sudah sepantasnya dan sepatutnya bagi kita untuk bersolek. Jujur, kadang dandan bukan hanya untuk membuat diri kita lebih menarik di mata lawan jenis, tapi juga memuaskan diri sendiri. self needs of statisfaction. Puas banget kan, rasanya kalo lo berhasil bikin perfect eyeliner? yeah i know how it feels.

Gue pernah baca answer di akun ask.fm orang gue lupa siapa. Intinya, perempuan akan lebih menarik kalo dia bisa dan berhasil membuat dirinya menarik (misalnya dengan dandan, dress up, etc). Mereka akan lebih disukai dan cenderung diterima oleh masyarakat. Jadi, buat kalian perempuan-perempuan di luar sana yang kalo pergi masih pake kaos oblong kebesaran dan celana panjang doang, please sekali aja dandanin diri lo. Dress up, wear cosmetics, blow dry your hair.

Mungkin kaos kedodoran dan celana jeans menjadi comfort zone lu, tapi percayalah, once you try to dress up yourself, lu akan bisa menghargai diri lu sendiri sebagai perempuan. Jadi jangan suka ngata-ngatain perempuan yang demen dandan sih. Walaupun dandan lebay itu juga gak bagus.

Secinta-cinta nya cowo lu sama lu, ada saat dimana dia kepengen pacarnya juga ga kalah badai sama pacar temen-temennya. Coba kalo kalian double-date, atau triple-date deh (emang ada ya istilah triple date? lol) terus pacar nya temen-temen cowo lu semua make-up an, rambut nya kaya ombak, wangi, dan lain lain, terus lo cuman pake kaos plus jeans and wear no make up? gak kasian sama cowo lu?

Jangan jadi manusia naif, man. Sedunia juga tau cowo pasti bakalan consider tampang saat ketemu sama cewe. Don’t ever think like “ah, cowo yang baik pasti ngeliat hati kok bukan tampang” tapi be realistic, please. Laki-laki kayak gitu mungkin kalo di survey cuman bakalan ada 1 atau 2 diantara 10 orang.

naive

Photo courtesy : ajayajaal.com

Second : the social life outside your comfort ring

Gue sekolah di Santa Ursula Pos, semua muridnya perempuan. Kita ngerti banget the fact that all the women tuh connected somehow. Kenapa? karena kita punya naluri perempuan, that simple. Buka-bukaan aja ya, nanyain “ada yang bawa pembalut gak” di depan kelas itu hal lazim. Ngangkang sudah menjadi ciri khas duduk kami. Pokoknya kalo sama anak sanur udah gaada yang kenal namanya malu deh.

Sanurians di didik untuk menjadi perempuan beretika, bermoral, disiplin, dan berintegritas. Kita di doktrin ajarkan untuk tetap berada dalam ‘koridor Santa Urusla’ yaitu nggak neko-neko, sederhana, melayani, mandiri, yah jadi perempuan baik-baik dan strong lah intinya. Sesuai dengan leluhur sanur yang katanya juga begiu. Sampai akhirnya kita menjadi congkak dan gak tau apa yang terjadi di luar sana sebenarnya.

Seperti yang gue bilang tadi, we live in a cruel world. Kita terlalu nyaman sama keadaan kita, tanpa tau di luar sana banyak perempuan yang perokok, udah free sex, drug user, dan konco-konco sejenisnya. Bagi kita itu like, super haram banget, bahkan kayak cuman gossip belaka.

‘Ah masa sih dia hamil sama pacarnya?’

‘gila tuh cewe ngerokok jir parah banget’

Mungkin orang lain anggep reaksi kita lebay, tapi ya karena kita gak terbiasa sama kehidupan sosial yang kayak begitu.

Jadi menurut gue, penting sih buat cewe-cewe polos nan baik apalagi anak sanur untuk ngerti, gimana kejamnya dunia luar khususnya untuk perempuan. Ada seribu satu alasan bagi mereka untuk ngerokok, free sex, dan bahkan ngedrugs, dan gue yakin gak ada seorang perempuan pun yang berniat merusak dirinya kayak gitu.

Seiring berkembang nya zaman, gue pengen anak sanur juga gak terpaku sama tradisi untuk jadi anak alim nan polos. Bukannya mau pengaruhin kalian ke dunia yang gak bener, tapi penting sekali dua kali terjun langsung untuk survey sekaligus cari tahu dan distinct yang mana yang bener dan yang enggak. Mana lu tau kalo ternyata shisha lebih bahaya dari pada rokok???

Bandel dikit boleh dek, untuk pengalaman. Asal jangan keterusan, ya.

Karena yang namanya manusia, semakin dilarang, semakin penasaran.

tumblr_m98jloSwEq1r8sq9go1_500

photo source : tumblr

Cigarettes, drugs, pregnancy, judgement. They’re unavoidable. Mereka melebur bersama dunia, menjadi noda dalam jubah kehidupan yang putih nan suci.

p.s. gak mungkin kan lo pake baju tanpa kena noda sedikit pun?

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s