Laporan Praktikum: Reaksi Reaksi Kimia

    I. Tujuan

Mengamati peristiwa-peristiwa yang menyertai reaksi kimia

   II. Dasar Teori

Reaksi Kimia adalah suatu proses alam yang selalu menghasilkan perubahan senyawa kimia. Reaksi kimia di karakterisasikan dengan perubahan kimiawi dan akan menghasilkan satu atau lebih produk yang biasanyamemiliki ciri-ciri yang berbeda dari reaktan.

Dalam reaksi kimia reaktan-reaktan yang bereaksi akan menghasilkan zat-zat hasil reaksi dan dapat diamati dari sifat fisiknya maupun kimianya. Terjadinya perubahan  reaksi kimia tersebut, dapat mengakibatkan perubahan suhu, perubahan panas, perubahan warna, dan juga terjadinya endapan dan dapat diamati secara langsung. 

Salah satu reaksi kimia yang paling sering dijumpai dalam kehidupan sehari-hari adalah penggaraman. Reaksi penggaraman sendiri memiliki beberapa jenis, yaitu:

  1. Reaksi asam basa

Reaksi asam dengan basa menghasilkan garam dan air. Reaksi ini disebut reaksi penetralan atau reaksi penggaraman.

Asam   +   Basa → Garam  +  Air

Garam adalah senyawa ion yang terbentuk dari ion positif basa dengan ion negatif sisa asam. Contoh :

Reaksi antara larutan natrium hidroksida dengan larutan asam sulfat.

Persamaan setara untuk reaksi ini:

2NaOH(aq) + H2SO4(aq) → Na2SO4(aq) + 2H2O(l)

Karena NaOH, H2SO4 dan Na2SO4 tergolong elektrolit kuat, maka zat-zat ini dapat ditulis sebagai ion-ion yang terpisah. Persamaan ion lengkapnya:

2Na+(aq) + 2OH(aq) + 2H+(aq) + SO42-(aq → 2Na+(aq) + SO42-(aq) + 2H2O(l)

Persamaan ion bersih:

2OH + 2H+(aq) → 2H2O(l) (semua koefisien dibagi dua)

 

  1. Reaksi oksida basa dengan asam

Oksida basa adalah oksida logam yang dengan air membentuk basa dan dengan asam membentuk garam dan air. Oksida logam yang larut dalam air membentuk basa hanya oksida dari logam golongan alkali dan alkali tanah (kecuali oksida dari berilium tidak larut dalam air).

Oksida Basa  +  Asam → Garam  +  Air

Contoh:

  1. Kalsium oksida larut dalam air membentuk kalsium hidroksida:

CaO(s) + H2O(l) → Ca(OH)2(aq)

 

  1. Reaksi kalsium oksida dengan asam klorida encer

Persamaan reaksinya:

CaO(s) + 2HCI(aq) → CaCl2(aq) + H2O(l)

HCI dan CaCl2 tergolong elektrolit kuat sehingga ditulis sebagai ion ion yang terpisah. Persamaan ion lengkapnya:

CaO(s) + 2H+(aq) + 2Cl(aq) → Ca2+(aq) + 2Cl(aq) + H2O(l)

Persamaan ion bersih:

CaO(s) + 2H+(aq) → Ca2+(aq) + H2O(l)

 

  1. Reaksi oksida asam dengan basa

Oksida asam adalah oksida unsur nonlogam yang dengan air membentuk asam dan dengan basa membentuk garam dan air.

Oksida Asam  +  Asam → Garam +  Air

Contoh:

CO2(g) + Ca(OH)2(aq) → CaCO3(s) + H2O(l)

Persamaan ion lengkap:

CO2(g) + Ca2+(aq) + 2OH → CaCO3(s) + H2O(l)

No Oksida Asam Rumus Asam
1 SO3 H2SO4
2 N2O5 HNO3
3 P2O3 H3PO3
4 P2O5 H3PO4
5 Cl2O7 HClO4

Beberapa oksida asam dengan pasangan asam yang sesuai diberikan tabel :

  1. Reaksi Iogam dengan asam

Hampir semua logam larut dalam asam kuat (HCI atau H2SO4) membentuk garam dan gas hidrogen. Logam yang tidak larut dalam asam kuat encer yaitu Cu, Hg, Ag, Pt, dan Au. Reaksi logam dengan asam merupakan reaksi redoks. Pada reaksi ini logam teroksidasi membentuk ion logam dengan tingkat oksidasi terendah, sedangkan ion H+ mengalami reduksi membentuk gas hidrogen. Logam yang lebih reaktif dapat mendesak logam yang kurang reaktif dari larutannya. Urutan kereaktifan dari beberapa logam adalah sebagai berikut:

Li–K–Ba–Ca–Na–Mg–AI–Zn–Cr–Fe–Ni–Sn–Pb–(H)–Cu–Hg–Ag–Pt–Au

Contoh:

Reaksi logam seng dengan larutan tembaga (II) sulfat.

Zn akan teroksidasi menjadi Zn2+ yang selanjutnya bergabung dengan ion SO42- membentuk larutan ZnSO4, sedangkan ion Cu2+  tereduksi menjadi logam Cu.

Persamaan reaksi:

Zn(s) + CuSO4(aq) → ZnSO4(aq) + Cu(s)

CuSO4 dan ZnSO4 tergolong elektrolit kuat.

Persamaan ion lengkap:

Zn(s) + Cu2+(aq) + SO42-(aq) → Zn2+(aq) + SO42-(aq) + Cu(s)

Persamaan ion bersih:

Zn(s) + Cu2+(aq) → Zn2+(aq) + Cu(s)

  1. Reaksi antara dua jenis garam

Garam 1  +  Garam 2   Garam 3 + Garam 4

Garam 3 dan (atau) garam 4 sukar larut dalam air.

Contoh:

Reaksi larutan timbal(II)nitrat, Pb(NO3)2, dengan larutan kalium iodida, KI, membentuk endapan timbal(II)iodida, PbI2.

Persamaan reaksi :

Pb(NO3)2(aq) + 2KI(aq) → PbI2(s) + 2KNO3(aq)

Persamaan ion lengkapnya :

Pb2+(aq) + 2NO3-(aq) + 2K+(aq) + 2I-(aq) → PbI2(s) + 2K+(aq) + 2NO3-(aq)

Persamaan Ion Bersih :

Pb2+(aq) + 2I-(aq) → PbI2(s)

 

  1. Reaksi suatu larutan garam dengan suatu larutan basa

Garam 1 + Basa 1 → Garam 2 + Basa 2

Garam 2 dan (atau) basa 2 sukar larut daIam air

Contoh:

Reaksi larutan tembaga(II)sulfat dengan larutan kalsium hidroksida membentuk endapan tembaga(II)hidroksida dan larutan kalsium sulfat (jika konsentrasi larutan yang direaksikan cukup pekat, maka kalsium sulfat yang terbentuk akan mengendap).

Persamaan reaksi:

CuSO4(aq) + Ca(OH)2(aq) → Cu(OH)2(s) + CaSO4(aq)

Persamaan ion lengkap:

Cu2+(aq) + SO42-(aq) + Ca2+(aq) + 2OH-(aq) → + Cu(OH)2(s) + Ca2+(aq) + SO42-(aq)

Persamaan ion bersih:

Cu2+(aq) + 2OH–(aq) → Cu(OH)2(s)

 

  1. Reaksi suatu larutan garam dengan suatu larutan asam

Garam 1 + Asam 1 → Garam 2 + Asam 2

Garam 2 sukar larut dalam air.

Contoh:

Reaksi larutan perak nitrat dengan larutan asam klorida, membentuk endapan perak klorida.

AgNO3(aq) + HCI(aq) → AgCI(s) + HNO3(aq)

Persamaan ion lengkap:

Ag+(aq) + NO3-(aq) + H+(aq) + Cl-(aq) → AgCl(s) + H+(aq) + NO3-(aq)

Persamaan ion bersih :

Ag+(aq) + Cl-(aq) → AgCl(s)

 

   III. Alat dan Bahan

  1. Tabung reaksi
  2. Rak tabung reaksi
  3. Pita magnesium
  4. Paku
  5. Larutan HCl
  6. Larutan HNO3
  7. Larutan CuSO4
  8. Larutan NaOH
  9. Larutan Pb(NO3)2
  10. Larutan KI
  11. Larutan Na2CO3
  12. Larutan H2SO4
  13. Larutan Ba(NO3)2
  14. Larutan NH4Cl
  15. Larutan KOH

 

IV. Langkah Kerja

  1. Masukkan pita magnesium sepanjang 2 cm ke dalam larutan asam klorida 2 M setinggi 2 cm yang terdapat dalam tabung reaksi. Amati perubahan yang terjadi dan tuliskan pada tabel pengamatan.
  2. Lakukan seperti no. 1 untuk pita magnesium dan larutan asam nitrat.
  3. Lakukan seperti no. 1 untuk sebatang paku dan larutan tembaga (II) sulfat.
  4. Lakukan seperti no. 1 untuk sebatang paku dan larutan asam klorida.
  5. Masukkan larutan natrium hidroksida 0,2 M ke dalam tabung reaksi setinggi 2 cm dan masukkan larutan tembaga (II) sulfat ke dalam tabung reaksi lain setinggi 2 cm. Kemudian campurkan kedua reaktan tersebut. Amati perubahan yang terjadi dan tuliskan pada tabel pengamatan.
  6. Lakukan seperti no. 5 untuk larutan Timbal (II) nitrat 0,2 M dan larutan kalium iodida 0,2 M
  7. Lakukan seperti no. 5 untuk larutan Natrium karbonat 0,2 M dan larutan larutan asam sulfat 0,2 M.
  8. Lakukan seperti no. 5 untuk larutan Barium nitrat 0,2 M dan larutan larutan tembaga (II) sulfat 0,2 M.
  9. Lakukan seperti no. 5 untuk larutan amonium klorida 0,2 M dan larutan Kalium hidroksida 0,2 M.
  10. Lakukan seperti no. 5 untuk larutan natrium hidroksida 0,2 M dan larutan asam klorida 0,2 M.

 

V. Hasil Pengamatan

No. Reaksi yang Diamati Pengamatan
1. Pita Magnesium + larutan asam klorida 1.     Timbul gelembung putih

2.     Larutan berubah warna dari bening menjadi putih

3.     Pita Magnesium menjadi warna putih/silver

2. Pita Magnesium + larutan asam nitrat 1.     Timbul gelembung putih

2.     Larutan berubah warna menjadi jingga

3.     Timbul asap dan bau

4.     Terjadi kenaikan suhu

3. Paku + larutan tembaga (II) sulfat Timbul gelembung putih di sekitar paku dan paku terkikis
4. Paku + larutan asam klorida Tidak terjadi perubahan
5. Larutan natrium hidroksida + larutan tembaga (II) sulfat Terbentuk endapan keras berwarna biru tua
6. Larutan timbal (II) nitrat + larutan kalium iodida Campuran kedua larutan berwarna kuning terang dan terbentuk endapan berwarna kuning di dasar tabung reaksi
7. Larutan natrium karbonat + larutan asam sulfat Terbentuk gelembung udara
8. Larutan barium nitrat + larutan tembaga (II) sulfat Larutan berubah warna menjadi biru muda pekat dan terbentuk endapan halus di dasar tabung
9. Larutan amonium klorida + larutan kalium hidroksida Tidak terjadi perubahan
10. Larutan natrium hidroksida + larutan asam klorida Tidak terjadi perubahan

 

VI. Pembahasan

No. Persamaan Reaksi
1. Reaksi Molekul Mg (s) +2HCl (aq) –> MgCl2 (aq) + H2 (g)
Reaksi Ion Lengkap Mg (s) +2H+ (aq) + 2Cl(aq) –> Mg2+ (aq) + 2Cl(aq) + H2 (g)
Reaksi ion Bersih Mg (s) +2H+ (aq) –> Mg2+ (aq) + H2 (g)
  Terbentuknya gelembung-gelembung saat terjadi reaksi dikarenakan terurainya HCl sehingga ion H+ menjadi H2
2. Reaksi Molekul Mg (s) +4HNO3 (aq) –>Mg(NO3)2 (aq) + 2H2O (l) + 2NO2(g)
Reaksi Ion Lengkap Mg (s) +4H+ (aq) + 4NO3(aq) –>Mg2+ (aq) + 2NO3aq) + 2H2O (l) + 2NO2(g)
Reaksi ion Bersih Mg (s) +4H+ (aq) + 2NO3(aq) –> Mg2+ (aq) + 2H2O (l) + 2NO2(g)
  Terbentuknya gas yang mengeluarkan bau disebabkan oleh penguraian HNO3 menjadi gas NO2 yang bau
3. Reaksi Molekul Fe (s) + CuSO4 (aq) –> Fe SO4 (aq) + Cu (s)
Reaksi Ion Lengkap Fe (s) + Cu2+ (aq) + SO42- (aq) –>Fe2+ (aq) + SO42- (aq) + Cu (s)
Reaksi ion Bersih Fe (s) + Cu2+ (aq) –> Fe2+ (aq) + Cu (s)
  Terbentuk endapan Cu yang terlihat seperti terkikis
4. Reaksi Molekul Fe (s) + 2HCl (aq) –>FeCl2 (aq) + H2 (g)
Reaksi Ion Lengkap Fe (s) + 2H+ (aq) + 2Cl(aq) –>Fe2+ (aq) + 2Cl (aq) + H2 (g)
Reaksi ion Bersih Fe (s) + 2H+ (aq) –> Fe2+ (aq) + H2 (g)
  Terbentuknya gelembung-gelembung saat terjadi reaksi dikarenakan terurainya HCl sehingga ion H+ menjadi H2
5. Reaksi Molekul 2NaOH (aq) + CuSO4 (aq)–> Na2 SO4 (aq) + CuO (s) + 2H2O (l)
Reaksi Ion Lengkap 2Na+ (aq) + 2OH (aq) + Cu2+ (aq) + SO42- (aq) –>2Na+(aq)+SO42-(aq) +CuO (s)+ 2H2O (l)
Reaksi ion Bersih 2OH (aq) + Cu2+ (aq) –>CuO (s)+ 2H2O (l)
  Terbentuknya endapan karena terurainya CuSO4 sehingga menjadi CuO dalam fase solid
6. Reaksi Molekul Pb(NO3)2 (aq) + 2KI (aq)–> 2KNO3 (aq) + PbI2 (s)
Reaksi Ion Lengkap Pb2+ (aq) + 2NO32- (aq) + 2K+ (aq) + 2I (aq) –>2NO32- (aq) + 2K+ (aq) + PbI2 (s)
Reaksi ion Bersih Pb2+ (aq) + 2I (aq) –> PbI2 (s)
  Terbentuknya endapan karena bereaksinya Pb(NO3)2 dan KI sehingga menjadi PbI2 dalam fase solid
7. Reaksi Molekul Na2CO3  (aq) + H2SO4 (aq)–> Na2SO4 (aq) + 2H2O (l) + 2CO2(g)
Reaksi Ion Lengkap 2Na+ (aq) +CO32-(aq) +2H+(aq) +SO42- (aq) –>2Na+(aq)+SO42-(aq) + 2H2O (l) + 2CO2(g)
Reaksi ion Bersih CO32-(aq) +2H+(aq) –> 2H2O (l) + 2CO2(g)
  Terbentuk gelembung udara karena dalam reaksi menghasilkan gas CO2
8. Reaksi Molekul Ba(NO3)2 (aq) + CuSO4 (aq)–> Cu(NO3)2 (aq) + BaSO4 (s)
Reaksi Ion Lengkap Ba2+ (aq) +2NO3(aq) + Cu2+(aq) +SO42- (aq) –>Cu2+(aq)+ 2 NO3(aq) + BaSO4 (s)
Reaksi ion Bersih Ba2+ (aq) +SO42- (aq) –> BaSO4 (s)
  Terjadinya endapan karena dalam reaksi tersebut garam BaSO4 tidak dapat terion karena berfase solid
9. Reaksi Molekul NH4Cl (aq) + KOH (aq)–> KCl (aq) + NH3 (g)+ H2O (l)
Reaksi Ion Lengkap NH4+ (aq) + Cl (aq) + K+ (aq) + OH (aq)    –> K+(aq)+ Cl(aq) + NH3 (g)+ H2O (l)
Reaksi ion Bersih NH4+ (aq) + OH (aq) –> NH3 (g)+ H2O (l)
  Terlihat seperti tidak terjadi apa-apa, namun sebenarnya terbentuk gas NH3
10. Reaksi Molekul NaOH (aq) + HCl (aq)–>NaCl (aq) + H2O (l)
Reaksi Ion Lengkap Na+ (aq) + OH (aq) + H+ (aq) + Cl (aq) –> Na+(aq)+Cl(aq) + H2O (l)
Reaksi ion Bersih OH (aq) + H+ (aq) –> H2O (l)
  Terlihat seperti tidak terjadi apa-apa, terjadi pembentukan garam dan larutan menjadi netral

 

VII. Kesimpulan

Peristiwa-peristiwa yang menyertai reaksi kimia:

  1. Perubahan suhu
  • Terjadi pada reaksi antara pita magnesium dengan larutan asam nitrat
  1. Perubahan warna larutan
  • Terjadi pada reaksi antara pita magnesium dan larutan asam klorida, reaksi antara pita magnesium dan larutan asam nitrat, reaksi antara larutan timbal (II) nitrat dan larutan kalium iodida, dan reaksi antara larutan barium nitrat dan larutan tembaga (II) sulfat.
  1. Pembentukan endapan
  • Terjadi pada reaksi antara larutan natrium hidroksida dan larutan tembaga (II) sulfat, reaksi antara larutan barium timbal (II) nitrat dan larutan kalium iodida, dan reaksi antara larutan barium nitrat dan larutan tembaga (II) sulfat.
  1. Pembentukan gelembung udara
  • Terjadi pada reaksi antara larutan barium nitrat dan larutan tembaga (II) sulfat.
  1. Timbul bau
  • Terjadi pada reaksi antara pita magnesium dan larutan asam nitrat.

 

VIII. Lampiran

 

kimia1

larutan yang dibutuhkan 

 

kimia2

Pita Magnesium dalam larutan HCl

kimia-3

paku di dalam larutan CuSO4

 

IX. Daftar Pustaka

http://naufalalchemist.blogspot.co.id/2013/01/laporan-praktikum-kimia-reaksi-kimia.html

https://id.wikipedia.org/wiki/Reaksi_kimia

http://munezcorporation.blogspot.co.id/2015/12/laporan-praktikum-reaksi-reaksi-kimia.html

https://www.academia.edu/9864063/LAPORAN_KIMIA_DASAR_REAKSI-REAKSI_KIMIA

Disusun oleh :

Patricia Wendy

Pramesi Atmirabekti

Stella Puspita Rani

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s