Memanusiakan Manusia

Pramoedya Ananta Toer pernah berkata; Harus adil sudah sejak dalam pikiran. Bukan tentang keadilan yang mau saya bahas kali ini, namun bagaimana segala sesuatu dimulai dari pikiran. Termsuk perbuatan, pasti berawal dari wacana yang ada di dalam benak. Sebagai perempuan, kita harus pandai tidak hanya bersolek dan bergaul, namun juga dalam berperilaku, selain pandai dalam pelajaran tentunya.

Orang sesempurna apapun fisiknya dan sepandai apapun otaknya jika perilaku nya dibawah rata-rata akan sama saja tidak berharga. Etika mencerminkan diri kita sendiri, dengan beretika baik, kita telah membawa diri kita ke peradaban yang lebih tinggi.    Tidak perlu uang banyak untuk bisa disenangi orang. Cukup dengan ber etika baik; sopan, anggun, hati-hati dalam bertindak maupun berkata, hormat kepada yang tua, dan tidak sombong. Bukankah kita sendiri yang untung apabila dihormati oleh orang banyak karena perilaku baik kita?

Keluarga lah yang bertanggung jawab dalam perilaku setiap manusia, karena dari keluarga semuanya berawal. Dalam keluarga kita diajarkan sopan santun, adat, dan bagaimana cara beretika baik. Jika seorang anak tidak diajarkan ilmu-ilmu hidup dasar dalam keluarga, ia akan mencari sendiri dan bisa salah arah. Orang berpendidikan belum tentu beretika, namun jika ia mempunyai etika dan akhlak yang baik, sudah pasti ia terdidik dengan benar dalam keluarganya.

Sebagai perempuan yang diciptakan dengan kodrat anggun, lemah lembut, dan keibuan, etika menjadi yang nomor satu dalam bertindak. Memang tidak harus seperti putri kerajaan atau bangsawan, namun cukup dengan tahu yang mana yang baik dan buruk, sudah menjadi langkah awal dalam berperilaku baik. Bahkan dalam situasi apapun, kita harus senantiasa menjunjung tinggi etika.

Manusia tidak diciptakan untuk hidup sendiri, dalam berhubungan dengan orang lain, perlu adanya suatu batasan, aturan, etika itu sendiri. Dengan berdasarkan pada moral, etika yang memang tidak secara tertulis nyata, namun harus dipatuhi dan diperhatikan. Etika tidak lain ialah bentuk dari self control atau pengendalian diri. Karena hanya diri kita lah yang paling mengenal hati nurani kita, dasar dari segala tidakan kemanusiaan.

Satu hal yang perlu diingat, janganlah menjatuhkan diri sendiri dengan segala tindakan tidak terpuji dan egois, kita harus belajar bagaimana menjadi manusia yang baik, jika berhasil, ingatlah untuk  menolong orang yang tabiat nya buruk agar berubah, karena Proses memanusiakan manusia hanya bisa dilakukan oleh manusia itu sendiri.

tumblr_nhmceqhkys1ry5naio1_500

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s