Life Is A Turning Wheel

Hidup memang tiada selalu di puncak kesuksesan. Ada kalanya kita sebagai manusia jatuh di palung terdalam kehidupan. Kapan? besok? bulan depan? tahun depan? satu menit lagi? tidak ada yang tahu, namun bersiaplah untuk hal itu. Bersiaplah untuk kemungkinan terburuk yang mungkin akan atau pasti terjadi. Karena kegagalan-kegagalan itu lah yang membuat kita menjadi manusia tangguh yang tidak pernah menyerah.

Saya bukan orang yang pintarnya superior sampai juara kelas, atau olimpiade. Biasa saja. Bukan juga orang yang terlibat dalam segala organisasi sekolah, hanya satu-dua kegiatan. Dulu, awal kelas sepuluh nilai saya naik turun, kayak jungkat jungkit, kalau tidak dapat sembilan, ya dapat enam. Waktu itu vision nya belum ke depan, masih mikir enak-enaknya SMA saja. Nilai standard, tidak diterima OSIS, sering kena pelanggaran walaupaun gak salah (lagi apes saya waktu itu); hal-hal diatas saya kategorikan sebagai kegagalan, dan kegagalan itu lah yang membentuk diri saya seperti sekarang ini.

Ketangguhan tidak akan muncul tanpa adanya cobaan, rintangan, halangan, dan kegagalan. Kehidupan belum “Hidup” kalau belum pernah gagal. Jujur, saya sering berpikir “Gimana ya rasanya jadi anak yang juara satu terus dan gak pernah remed?” Namun belakangan saya menyadari, hidup memang seperti roda yang berputar, bisa saja mereka suatu saat nanti mendapat nilai jelek (bukan menyumpahkan, ya.)

Banyak problematika kehidupan di luar sana, tidak hanya sebatas nilai jelek. Menjadi manusia tangguh adalah suatu keharusan untuk bisa survive dari kehidupan yang keras. Kita tidak akan pernah tahu kapan kegagalan akan datang menghampiri. Ada pepatah “kita bisa karena biasa”, lalu saya bertanya pada diri sendiri, apakah kita menjadi tangguh karena sudah terbiasa? biasa gagal?

s__9338889

Kutipan di atas memang terkesan ngawur namun realistis. Kata-kata sederhana nan lucu, ini sudah cukup mampu untuk memotivasi diri setiap kali kegagalan-kegagalan kecil datang menghampiri. Anggap saja, impas sudah terbayar jatah kegagalan hidup saat SMA, sehingga saat tua nanti, hanya sukses yang ada. Namun kita tidak pernah tahu seberapa banyak jatah gagal kita. Yakinlah pada diri sendiri bahwa selama Tuhan ada di samping kita, Ia akan membuat kita menjadi manusia tangguh. Seperti berlian yang semakin digosok semakin bersinar (klise sekali bukan?) manusia pun begitu. Semakin sering kita ditempa, semakin tangguh dan tegar kita menjadi.

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s