One lie, leads to another

Pernah dengar pepatah di atas kan? atau Bahasa Indonesia nya; satu kebohongan menuntun kepada kebohongan yang lain.

misalnya ; lu bilang kalo lu punya helikopter, padahal nggak. Lalu pas temen lu nanya “mana mau dong liat helikopter nya?” lu jawab “lagi dipinjem om gue” padahal lu ga punya om. Terus temen lo nanya lagi “kapan om lu balik?” , dan lu berbohong terus sampai babi punya sayap.

kebohongan kayak gitu kan gak penting banget, cuman nambah dosa doang. Okelah let’s say itu kebohongan anak SD yang belum tau realita hidup yang sebenarnya. Kalau untuk taraf anak SMA misalnya; NYONTEK.

Sebetulnya topik ini agak sensitif apalagi di sekolah gue dimana kejujuran dijunjung lebih tinggi dari hak sepatu lady gaga, tapi gak papa lah ya.

sekali lu berbohong, lu gak akan dipercaya lagi sama orang. sama hal nya kayak nyontek, sekali lu udah melakukan hal mencurigakan, lu bakal diawasin terus sama guru, di cap sebagai ‘anak suka nyontek’. Kan nama lu jadi jelek. rusak sudah semua citra anak baik yang sudah dibangun saat pertama kali masuk SMA.

Gue lebih baik menjadi orang yang biasa-biasa aja, tapi bisa memberi banyak kejutan daripada orang yang superior, tapi tiba-tiba mengecewakan. Kalau lo selalu jujur, seburuk apapun kenyataannya, orang akan lebih respect dan bilang ‘oh setidak nya dia jujur’ daripada orang yang omongnya besar, tapi berbeda seratus delapan puluh derajat dari kenyataan.

Secara pribadi, gue sih takut banget untuk berbohong apalagi soal masalah serius. Sumpah, pada akhirnya akibat yang lu terima akan lebih sulit daripada kalau lu berkata jujur. Palingan juga kena omel satu-dua menit, beres. Daripada lu gak di percaya seumur hidup, ditambah dosa lu makin numpuk juga.

honesty_by_brambo92-d3yhs0o-300x240

nah ini cocok banget sama statement gue di atas.

 

Di sekolah, gue diajarkan untuk selalu jujur. Kayaknya hal itu kebawa sampe ke luar sekolah, mungkin ada orang yang kalo nemu duit lantai mall langsung dipake buat beli starbucks, tapi gue gak. dan teman-teman gue juga nggak. Mungkin, karena kejujuran yang merupakan satu dari lima core value SMA Santa Ursula dijejelin terus ke setiap muridnya.

Prinsip gue sebenarnya, semakin baik lu berkelakuan, orang akan semakin respect dan senang sama lu, gak peduli walaupun lu hanya sebutir debu dibanding syahrini atau paris hilton. I gain respect, not fame.

Terakhir, jujur itu gak sebatas ‘tidak berbohong’ tapi juga mengakui kehebatan orang lain, mengakui kesalahan diri sendiri, dan mengetahui batasan diri sendiri.

sekian dari gue, and until next time.

 

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s